|
LAWALATA IPB didirikan pada
tanggal 21 September 1974 yang diprakarsai oleh Suryo
Adiwibowo (L-001) dan kawan-kawan. Latar belakang
pendirian Lawalata IPB adalah menggalang persatuan antar
pecinta alam di IPB yang pada masa itu terpecah-pecah dan
untuk mewadahi bakat minat dan kreatifitas kepecintaalaman
mahasiswa IPB secara umum dari seluruh fakultas yang ada.
LAWALATA IPB merupakan salah satu perintis perkumpulan mahasiswa
dibidang kepecintaalaman setelah MAPALA - UI. Salah satu andil LAWALATA
IPB bagi dunia
pecinta alam adalah dalam memperkenalkan sisi kegiatan
pecinta alam yang berbeda dari yang dipopulerkan MAPALA atau
ratusan kelompok pecinta alam yang lain. LAWALATA IPB
mempromosikan “lingkungan“ dan bukan sekedar alam (nature). LAWALATA IPB mempunyai ciri khas yaitu “lebih” bergerak dibidang
lingkungan hidup daripada adventural. Maka tidak
mengherankan apabila ALB (Anggota Luar Biasa) LAWALATA IPB banyak yang menjadi pemerhati
lingkungan dan menjadi pioner bagi sebagian LSM yang
bergerak di bidang lingkungan hidup seperti WALHI, AMAN,
LATIN, TELAPAK, FWI, dan LSM lainnya.
Ada beberapa divisi di LAWALATA IPB untuk mewadahi minat masing-masing
anggotanya. Divisi-
divisi tersebut antara lain Divisi Lingkungan Hidup, Divisi
Gunung Hutan, Divisi Climbing, Divisi Caving, dan Divisi
Diving. Jumlah
dan jenis divisi tersebut dapat berubah sesuai dengan
potensi anggota pada setiap periode.
"Perkumpulan
Mahasiswa Pecinta Alam
Institut Pertanian Bogor, merupakan
wadah bagi mahasiswa IPB dan alumni
Lawalata untuk tidak sendirian dalam
mengekspresikan jiwa yang bebas
merdeka, alamiah, spontan, dan jujur,
“suatu nilai yang identik dengan alam itu
sendiri” yang selalu bertindak
mengikuti nurani serta terus menerus
mencari jalan untuk mengalahkan diri
sendiri dengan prinsip tidak akan
menyakiti alam beserta isinya serta
berusaha mempertahankan perbedaan
karakter tiap anggota dengan menyadari
bahwa setiap makhluk hidup memiliki
keunikan"
|